Pengobatan Medis
Perawatan Penyakit Kardiovaskular
Penyakit Jantung Iskemik (Ischemic Heart Disease)
- Pemeriksaan
- Elektrokardiogram (EKG), USG Jantung, Tes EKG dengan beban (Exercise Stress Test), Holter ECG (rekaman EKG selama 24 jam), Pemeriksaan medis nuklir jantung (Cardiac Nuclear Medicine), CT Scan arteri koroner (Coronary CT), MRI Jantung, Angiografi koroner (kateterisasi jantung)
- Pengobatan
- Pada pasien dengan angina pektoris, pengobatan dilakukan dengan terapi obat, tetapi jika diperlukan, akan dilakukan intervensi koroner perkutan (Percutaneous Coronary Intervention/PCI) melalui kateter untuk membuka pembuluh darah koroner yang menyempit. Pada kasus infark miokard akut, tindakan PCI darurat sering kali diperlukan untuk segera memulihkan aliran darah ke otot jantung, setelah tindakan, pasien juga memerlukan penanganan lanjutan sesuai dengan tingkat kerusakan jantung dan kemungkinan komplikasi yang terjadi. Selama prosedur PCI, dokter akan memilih alat yang paling sesuai berdasarkan karakteristik penyumbatan atau lesi pada pembuluh darah (seperti: Kateter aspirasi trombus, Rotablator, Drug-Eluting Stent (DES), Drug-Coated Balloon (DCB)).

Gagal Jantung (Heart Failure)
- Pemeriksaan
- Ekokardiografi (USG Jantung), Pemeriksaan darah (termasuk BNP, NT-proBNP dll), Kateterisasi jantung (seperti angiografi koroner, kateterisasi jantung kanan dll), CT scan dan MRI jantung, Pemeriksaan medis nuklir jantung (seperti SPECT dan PET) dll
- Pengobatan
- Terapi obat, Terapi non-obat (seperti tindakan kateter atau operasi untuk penyakit katup jantung, terapi sinkronisasi jantung (CRT), alat kejut jantung yang ditanam (ICD)), Terapi olahraga (termasuk program rehabilitasi jantung setelah tindakan revaskularisasi), Pada gagal jantung berat tersedia penanganan lanjutan seperti pemasangan alat bantu sirkulasi (Mechanical Circulatory Support), Transplantasi jantung (bekerja sama dengan rumah sakit universitas)
- ●Terapi Obat
- Selain obat-obatan standar seperti Beta-blocker, Antagonis sistem Renin–Angiotensin–Aldosteron (RAAS), dan Diuretik, tersedia pula berbagai obat generasi terbaru untuk pengobatan gagal jantung, yang digunakan sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.
- ●Penyakit Jantung Khusus (Sarkoidosis jantung, Amiloidosis jantung, Penyakit Fabry pada jantung, Trigliserida Cardiomyovasculopathy (TGCV) atau penyakit otot jantung akibat penumpukan trigliserida dll)
- Setiap penyakit memiliki terapi yang berbeda sesuai mekanisme penyakitnya. Kami menyediakan layanan mulai dari diagnosis hingga pengobatan.
Selain terapi obat, tindakan non-obat seperti Cardiac Resynchronization Therapy (CRT) juga dapat dilakukan melalui kerja sama dengan rumah sakit universitas mitra. - ●Pengobatan Penyakit Katup Jantung
- Selain prosedur pembedahan konvensional (penggantian katup jantung atau perbaikan katup jantung), kami juga bekerja sama dengan fasilitas medis mitra untuk menyediakan terapi kateter minimal invasif (seperti TAVI (Transcatheter Aortic Valve Implantation), MitraClip dll).
- ●Gagal Jantung yang Disertai Aritmia
- Pengobatan dengan obat antiaritmia, Kateter ablasi, Pemasangan alat pacu jantung (Pacemaker), Pemasangan Implantable Cardioverter Defibrillator (ICD)
- ●Rehabilitasi Jantung
- Kami secara aktif menyelenggarakan program rehabilitasi jantung baik untuk pasien rawat inap maupun rawat jalan.
Program ini didampingi oleh dokter spesialis jantung serta instruktur rehabilitasi jantung bersertifikat, dengan tujuan membantu pasien memulihkan fungsi jantung, meningkatkan kapasitas fisik, serta mencegah kekambuhan penyakit.

Aritmia
- Pemeriksaan
- Elektrokardiogram (EKG), Holter EKG, EKG olahraga (Treadmill Test), Ekokardiografi (USG Jantung), dan Pemeriksaan Elektrofisiologi Jantung (Electrophysiological Study/EPS).
- Pengobatan
- Aritmia bradikardia (seperti sindrom disfungsi nodus sinus, blok atrioventrikular (AV block), dan fibrilasi atrium dengan denyut jantung lambat) menyebabkan detak jantung menjadi terlalu lambat. Kondisi ini dapat menimbulkan gejala seperti pusing, pingsan, hingga gagal jantung. Pada beberapa kasus, terapi dengan pemasangan alat pacu jantung (pacemaker) diperlukan untuk mengatasi kondisi tersebut.
Aritmia takikardia (seperti takikardia atrium, takikardia supraventrikular paroksismal (PSVT), takikardia ventrikel, fibrilasi ventrikel, dan fibrilasi atrium) dapat ditangani dengan berbagai metode, seperti terapi obat-obatan, terapi kejut listrik (defibrilasi), dan ablasi kateter.
Ablasi kateter merupakan prosedur yang menggunakan kateter untuk menghantarkan energi frekuensi radio (radiofrequency) ke area jantung yang menjadi sumber gangguan impuls listrik penyebab aritmia. Tindakan ini bertujuan menghilangkan jaringan penyebab aritmia sehingga irama jantung dapat kembali normal. Dalam beberapa tahun terakhir, ablasi kateter semakin banyak digunakan sebagai terapi untuk fibrilasi atrium.

Tersedia layanan pemasangan Leadless Pacemaker (Micra™ VR/AV dari Medtronic).
Leadless pacemaker adalah alat pacu jantung berukuran kecil (sekitar 2 cm) yang dipasang langsung di dalam jantung menggunakan kateter. Berbeda dengan alat pacu jantung konvensional yang ditanam di bawah kulit dan menggunakan kabel (lead), alat ini tidak memerlukan sayatan di dada maupun pemasangan kabel, sehingga dapat membantu memperbaiki denyut jantung yang terlalu lambat (bradikardia).
Karena tidak memerlukan kantong alat di bawah kulit maupun kabel, risiko komplikasi terkait infeksi dan kabel menjadi lebih rendah. Oleh karena itu, prosedur ini merupakan pilihan yang baik bagi pasien dengan gagal ginjal stadium akhir yang menjalani dialisis, pasien yang rentan mengalami infeksi, atau pasien dengan penurunan massa otot (sarkopenia), yang mungkin kurang cocok untuk pemasangan alat pacu jantung konvensional. Dibandingkan dengan alat pacu jantung konvensional, leadless pacemaker juga menawarkan waktu tindakan yang lebih singkat serta masa rawat inap yang lebih pendek. Masa pakai baterainya mencapai sekitar 15–16 tahun (median).

Penyakit Arteri Perifer (PAD)
- Pemeriksaan
- Ankle-Brachial Index (ABI), Pengukuran Tekanan Perfusi Kulit (Skin Perfusion Pressure/SPP), USG Pembuluh Darah (Vascular Ultrasound), CT Scan, MRI, dan Angiografi (Pemeriksaan Kateter Pembuluh Darah).
- Pengobatan
- Pada tahap awal, pengobatan umumnya dimulai dengan obat-obatan dan terapi olahraga. Jika diperlukan, dokter dapat melakukan prosedur untuk memulihkan aliran darah, terutama melalui terapi endovaskular (Endovascular Therapy/EVT) menggunakan kateter.
Jika penyakit terus berkembang, risiko amputasi kaki akan meningkat. Kondisi ini disebut Iskemia Kronis yang Mengancam Anggota Gerak (Chronic Limb-Threatening Ischemia/CLTI). Pada tahap ini, diperlukan penanganan yang lebih menyeluruh oleh tim medis dari berbagai bidang, yang dapat meliputi terapi endovaskular (EVT) maupun operasi bypass pembuluh darah, disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.

Varises pada Kaki
- Pengobatan
- Terapi laser dilakukan dari dalam pembuluh darah. Pada prosedur ini, dokter memasukkan kateter, yaitu selang kecil, ke dalam pembuluh darah, kemudian menggunakan laser untuk menutup pembuluh darah yang mengalami varises.
Karena prosedur ini hanya memerlukan lubang kecil pada kulit, tindakan ini memberikan beban yang lebih ringan bagi tubuh dan umumnya menimbulkan nyeri yang lebih ringan setelah tindakan.

Pengobatan Medis Lainnya
- Terapi Gelombang Ultrasonik Terfokus (FUS: Focused Ultrasound)

- Pengobatan Kanker

- Cuci Darah Wisata

- Program Rawat Inap Untuk Pengendalian Diabetes

- Perawatan Penyakit Kardiovaskular

- Terapi Oksigen Hiperbarik (Hyperbaric Oxygen Therapy/HBOT) untuk Cedera Olahraga
